Senin, 19 November 2018

Menerjemahkan Al-Qur'an menjadi mudah bersama LPPIQ



Assalamualaikum Wr. Wb. Pada tanggal 12 November 2018 kemarin, tepatnya pada mata kuliah studi Al-Qur’an untuk yang kedua kalinya, mata kuliah studi Al-Qur’an dengan Bpk. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag selaku Dosen Pengampu, dan Ibu Ati’ Nursyafa’ah, M. Kom.I serta Ibu Baiti Rahmawati, S.Sos selaku asisten Dosen mendatangkan tamu langsung dari Tim Penerjemah Al-Qur’an Surabaya. Yakni Lembaga Pendidikan dan Pengkajian Ilmu Al-Qur’an (LPPIQ).
Nah lembaga ini hadir pada tahun 1993, di pelopori oleh Prof. KH. Roem Rowi, M.A dengan tujuan agar masyarakat bisa mempelajari Alqur’an dengan mudah. Bukan hanya Al-Qur’an nya saja melainkan dengan terjemahannya pula. LPPIQ ini ber alamat di Rumah Al - Qur'an LPPIQ Karah Tama Asri I No.30, Karah, Jambangan, Kota Surabaya, Jawa Timur 60232.
Allah sudah menjamin kemudahan kepada siapapun yang mampu dan mau mempelajari Al-Qur’an.Maka dalam mempelajari Al-Qur’an yang dibutuhkan bukanlah orang pintar, melainkan orang yang memiliki kemauan. LPPIQ memiliki metode agar mudah menghafal, yakni dengan menerjemahkan surat Al-Baqarah terlebih dahulu. Jadi, apabila kita sudah bisa menerjemahkan surat Al-Baqarah, maka insya allah lebih mudah kita dalam menerjemahkan surat-surat lain sesudah itu. Karena di dalam surat tersebut ada 3.680 kata dan 2.520 kosa kata yang di ulang-ulang. Mengapa banyak kalimat yang diulang-ulang dalam al-qur’an? Seperti pada surat al-qomar ayat 17, 22, 32 dan 40. Ayat tersebut diulang 4 kali karena allah juga mengetahui untuk meyakinkan apapun itu dibutuhkan peringatan berkali-kali.Dijelaskan pula dalam salah satu artikel di http://www.terapishalatbahagia.net .Artikel ini berjudul “Tiada Gerah Berthausiyah” karangan dari dosen pengampu saya sendiri dan juga merupakan salah satu Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya yakni Bpk. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag , beliau menuliskan ulasan sebagai berikut:
"Jika dalam surat Ar Rahman Allah sebagai Pencipta (al Khaliq) mengingatkan manusia (al makhluq) untuk beriman dan bersyukur kepada-Nya sebanyak 31 kali, dan itupun manusia tidak berubah, maka Anda tidak cukup mengingatkan sesama makhluk hanya tiga kali, sebagaimana ukuran maksimal yang sering Anda gunakan. Sepuluh kali lipat dari 31 kali pun belum cukup bagi Anda untuk menasehati mereka. Jika Anda tiba-tiba bosan menasehati orang karena telah lebih dari 3 kali nasehat, berarti Anda bermaksud menyaingi Allah dalam mengingatkan manusia. Jika Allah mengisi surat Ar-Rahman dengan hampir lima puluh persen ayat yang diulang, maka bisa saja kita ambil pelajaran bahwa dibutuhkan separuh usia Anda untuk proses penyadaran keimanan. Jangan sekali-kali bosan memberi taushiyah sekalipun yang mendengar telah gerah. Jangan henti menasehati sekalipun yang menerima berberat hati. Perubahan perilaku seseorang perlu waktu. Tidakkah Allah SWT sendiri mengajari Anda kesabaran menjalani proses dalam segala hal ketika Allah menjelaskan penciptaan alam semesta selama enam hari, bukan dengan sekejap mata, meskipun Allah Maha Kuasa dengan Kun Fayakun. Bersabarlah menuggu proses perubahan orang, apalagi jika Anda menyadari bahwa suara Anda tidak memiliki resonansi dan wibawa di depan mereka karena akhlak Anda sendiri. Sekali lagi, jangan sekali-kali bosan dan gerah bertaushiyah. Allah SWT berfirman, ”Dan tetaplah memberi peringatan, karena sungguh peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman.” (QS. Adz Dzariyat [51]:55)."
Sekarang banyak yang hafal ayat-ayat Al-Qur’an tapi tidak tau maksud dan terjemahannya. Oleh karena itu melalui lembaga ini kita akan lebih mudah menerjemahkan Al-Qur’an jika kita mempunyai keinginan. Karena Allah telah berfirman dalam QS.Al-Qamar ayat 17,22,32 dan 40 bahwa belajar memahami Al-Qur’an itu mudah. Allah mengungkapkan berulangkali untuk menegaskan orang yang masih ragu.
Demikian yang dapat saya sampaikan.Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menerjemahkan Al-Qur'an menjadi mudah bersama LPPIQ

Assalamualaikum Wr. Wb. Pada tanggal 12 November 2018 kemarin, tepatnya pada mata kuliah studi Al-Qur’an untuk yang kedua kalinya, ma...